Sabtu, 14 Januari 2012

SURATKU BULAN JANUARI

Jika malam itu tiba saat aku menyerahkan segala yang kupunya ,
Mereka akan berfikir bahwa aku adalah Wanita Bodoh yang mau melakukannya
Tapi jauh di dalam lubuk hati, mereka tak pernah tahu benar apa yang aku fikirkan
Jika mereka hanya melihat dengan mata mereka takkan pernah tahu
Bagaimana rasanya menjadi aku ???
Aku gadis muda yang mempunyai penyakit semenjak umurku menginjak usia 5 tahun
Lalu bagaimana lagi aku mengahadapi sakit ini ?
Mereka hanya menjadikan ku boneka yang tak pernah mereka hargai sedikitpun
Apa kamu juga merasakan hal yang aku rasa?
Apa aku membuatmu menderita dengan mendengarkan cerita ini ?
Jangan pernah takut untuk mendengar semua kisah yang kupunya
Karena mulai saat itu dimana kamu ada untuk aku , aku akan menceritakkan segala yang ku lalui
Kini rasa ini selalu kau penuhi cinta , yang selalu berwarna dalam goresan hidupku
Kini Kita berdiri di depan ALTAR sambil berjanji untuk selalu ada saat sedih senang sakit maupun sehat
Kita berjanji untuk menjadi satu , :D
Tapi saat mentari menyongsong menembus jendela kamarku, aku terbangun dan ......................
Semua yang kulali tadi hanya mimpi ,
entah apa yang membuatku dapat bermimpi seperti itu , apa karena aku mencintaimu ????


Inne

Rabu, 21 Desember 2011

Hadiah dari Inne Untuk Neo

     ...Ini cerita kita tentang hari ulang tahunku tahun lalu...

"Kamu nggak romantis."
Yaaah..
Memang Neo itu tidak pernah bisa romantis pada Inne. Berikan sedikit kejutan, ketahuan duluan sama Inne. Alhasil, gagal deh ada kejutan. Malah justru Inne yg banyak berikan Neo kejutan.

Walau demikian, aku tidak diam saja. Aku tetap belajar, memahami lebih jauh semua tentang  kamu. Kamu masih ingat cerita ini?

Jauh sebelum hari ulang tahun Neo tiba, sembari mengambil pesanan baju teman-teman Neo bilang ke Inne.
"Aku lagi pengin t-shirt putih berkerah nih. Soalnya aku nggak punya t-shirt putih."
Sambil lalu, kami berdua pulang, Neo antarkan Inne sampai depan rumahnya.

Hari berganti hari hingga hari ulang tahun Neo datang. Hari itu hari Minggu. Aku masih ingat sekali hari itu.
Malam harinya, Neo dan Inne pergi ke suatu tempat doa yang cukup terkenal di Jogja.
"Hujan, Inne. Kita berenti dulu ya?"
"Tinggal sedikit lagi sampai tempatnya koq. Nggak papa."
Meskipun udara sangat dingin, aku dan Inne tidak begitu merasakannya.

Setengah 8, sampailah di tempat itu.
"Kita berdoa di dalam gereja aja ya."
Setelah selesai, Neo dan Inne hendak pulang. Tapi sesuatu yang aneh terjadi. Handphone Neo berdering tanda adanya sms masuk.
Neo kaget. "Dari Reyna."
Hubungan Reyna dan Neo sudah berakhir. Tapi mengapa Reyna masih saja menghubungi Neo? Aneh.
Neo bilang pada Inne, "Reyna ngapain sih?!"
"Selamat ulang tahun ya, Neo. Dia bukan Reyna. Dia temanku Achay, hanya nama di handphonemu aku ganti. Ini hadiah dariku buat kamu. Jangan kamu lihat dari harganya ya. Baru pertama kali ini aku mau berikan hadiah ulang tahun untuk seorang laki-laki."
Neo terharu hingga menitikkan air mata.
"Terima kasih, Inne."
"Jangan menangis Neo. Ayo kita pulang."

"Aku hanya terharu"
Di jalan pun, Neo masih menitikkan air mata. Kado pertama dari Inne. Kado yg sangat berarti untuk Neo.
Sebelum sampai rumah, Neo membelikan 1 kotak ice cream. Neo tau Inne sangat suka ice cream.

Inne selalu saja punya ide untuk membuat kejutan untukku. Bahkan sampai membohongi aku hanya karena Inne ingin memberikan kejutan-kejutan untukku. Aku selalu menanti-nantikan kejutan lainnya dari Inne.
Udara masih terasa dingin. Justru tambah dingin. Tapi hatiku dan Inne, tidak pernah dingin. Desember. Banyak kejutan dibulan Desember untuk Neo dan Inne. Aku yakin. Suatu hari nanti, aku akan berikan sebuah kejutan special untuk Inne. Neo selalu berharap
Sebentar lagi Natal tiba. Aku ingin malam Natal bersama Inne ke gereja. Terima kasih Tuhan Kau berikan aku seorang Inne yang selalu mengerti tentang diriku.


-with love-
Neo


Kamis, 15 Desember 2011

Story On December

Ini cerita pertama kita , ya walaupun aku udah pernah tulis di blog ku sendiri. 
Bulan desember tiba , seakan waktu itu cepat berlalu. Entah darimana aku merasakannya ? Apa karena ada Kamu ? Aku tak pernah merasakan hal seperti ini, perasaan yang begitu "Sempurna", seakan tak ada celah  atau lubang di sana. Aku dan kamu melaluinya dengan tawa bahagia. Tak pernah aku merasa bosan denganmu. 
dan kini akan kumulai cerita ku untuk Mu ..


Sudah satu bulan aku berpacaran dengannya , rasanya ada yang aneh. Aku masih bisa merasakan rasa cemburuku pada mantan pacarnya. Bagaimana tidak, setiap pulang sekolah aku selalu melihatnya . Terlintas sedikit tanya di kepala ku, Apa yang kamu kagumi dari Reyna , Neo ?? 
Apa karena kecantikannya? atau karena dia seorang penari dan kamu sangat mengaguminya ? Ahh.. aku tak pernah mau bertanya , aku masih malu,  aku masih belum merasa nyaman.
Menatap matamu saja aku benar-benar malu. 
Saat bel pulang sekolah berbunyi, aku melangkahkan kaki dari ruang kelas dan beranjak pergi . Tapi salah satu temanku memberikan sebuah pengumuman dan membacakannya dengan suara yang keras sehingga aku masih bisa mendengar dari kejauhan. 
Aku menghentikan  langkahku dan menoleh kearah temanku. Seusai pengumuman di bacakan dengan muka kusut aku berkata ," wahh nggak jadi pulang tepat waktu donk ?", aku dan teman sekelompokku mulai ke ruang latihan . Di sela-sela waktu latihanku, aku melihat dari kejauhan dan terdengar suara sorak-sorak .. dari sahabat-sahabatku . "sitt suittt ..Cieeee kaamu ngapain ke sini Neo ??? ", tegur Sesil salah satu sahabatku. "Iya aku cuma mau ketemu sama Inne sekalian kasih bekal makanannya..", jawab Neo," Innenya lagi latihan tuh di ruang deket asrama", kata Sesil.
Neo mulai  berjalan ke arah ruang latihanku. Sesegera mungkin aku menghampirinya agar dia tak melihat latihanku yang berantakan. 
" Kamu ngapain ke sini ???, Aneh aneh aja . Aku kaget tau ngelihat kamu ", tanya ku pada Neo.
"Lho kok kaget kenapa?? iya nih aku cuma mau kasih ini ke kamu", jawab Neo sambil tersenyum menyodorkan bekal yang ia bawa untukku.
" Makasih ya , kamu naik apa ke sini ?? bukannya motornya di pakai ?
"Iya, emang motornya di pakai kerja, aku ke sini naik sepeda kan masih ada sepeda"
"Apa nggak capek dari rumah sampe sini naik sepeda ?, kamu mesti capek banget "
"Enggak kok , enggak capek ".
Neo selalu special, dia benar-benar berkorban. Dengan jarak dan panasnya cuaca saat itu, dia membawakan bekal untukku dan langsung pergi ke tempat kerjanya.
Neo dan aku saling menjaga , melengkapi satu sama lain . Banyak perbedaan yang ada di antara aku dan dia.
Aku selalu membuat dia kerepotan, aku masih selalu seperti anak kecil yang sedikit-dikit marah,
tapi Neo selalu sabar.  Neo tak pernah membentakku karena dia juga tak suka dibentak, dia tau aku bisa marah atau benci sama orang yang bentak aku.
Semua baik burukku ia pahami pelan-pelan, hampir aku tak pernah beradu mulu dengannya. Selalu saja dia yang mengalah dan membenarkan semua ucapanku. Dia selalu membuatku seakan-akan selalu benar.
Terkadang saat emosiku sudah mulai larut , aku menyadari tentang semua kesalahanku padanya. 
Hari-hari di bulan desember , hemmmm aku tak ingat pasti saat-saat bulan Desember.
Waktu malam natal tiba, aku bersama Neo melewati malam indah bersama. Walaupun tanpa keluarga kita, aku yang waktu itu duduk di sebelah Neo merasa benar benar senang, ini pertama kalinya aku melewati malam natal berdua dengan seorang laki-laki, seorang laki-laki yang saat ini ada di dalam kehidupanku.
Seusai misa di gereja, aku dan dia pergi ke sebuah warung jawa, aku dan dia mengakhiri malam natal dengan indah , dengan sebuah kebersamaan dan dengan sebuah senyuman . Terimakasih Tuhan untuk Neo yang selalu kau berikan pada ku.


Best Regard
Inne