Ini cerita pertama kita , ya walaupun aku udah pernah tulis di blog ku sendiri.Bulan desember tiba , seakan waktu itu cepat berlalu. Entah darimana aku merasakannya ? Apa karena ada Kamu ? Aku tak pernah merasakan hal seperti ini, perasaan yang begitu "Sempurna", seakan tak ada celah atau lubang di sana. Aku dan kamu melaluinya dengan tawa bahagia. Tak pernah aku merasa bosan denganmu.
dan kini akan kumulai cerita ku untuk Mu ..
Sudah satu bulan aku berpacaran dengannya , rasanya ada yang aneh. Aku masih bisa merasakan rasa cemburuku pada mantan pacarnya. Bagaimana tidak, setiap pulang sekolah aku selalu melihatnya . Terlintas sedikit tanya di kepala ku, Apa yang kamu kagumi dari Reyna , Neo ??
Apa karena kecantikannya? atau karena dia seorang penari dan kamu sangat mengaguminya ? Ahh.. aku tak pernah mau bertanya , aku masih malu, aku masih belum merasa nyaman.
Menatap matamu saja aku benar-benar malu.
Saat bel pulang sekolah berbunyi, aku melangkahkan kaki dari ruang kelas dan beranjak pergi . Tapi salah satu temanku memberikan sebuah pengumuman dan membacakannya dengan suara yang keras sehingga aku masih bisa mendengar dari kejauhan.
Aku menghentikan langkahku dan menoleh kearah temanku. Seusai pengumuman di bacakan dengan muka kusut aku berkata ," wahh nggak jadi pulang tepat waktu donk ?", aku dan teman sekelompokku mulai ke ruang latihan . Di sela-sela waktu latihanku, aku melihat dari kejauhan dan terdengar suara sorak-sorak .. dari sahabat-sahabatku . "sitt suittt ..Cieeee kaamu ngapain ke sini Neo ??? ", tegur Sesil salah satu sahabatku. "Iya aku cuma mau ketemu sama Inne sekalian kasih bekal makanannya..", jawab Neo," Innenya lagi latihan tuh di ruang deket asrama", kata Sesil.
Neo mulai berjalan ke arah ruang latihanku. Sesegera mungkin aku menghampirinya agar dia tak melihat latihanku yang berantakan.
" Kamu ngapain ke sini ???, Aneh aneh aja . Aku kaget tau ngelihat kamu ", tanya ku pada Neo.
"Lho kok kaget kenapa?? iya nih aku cuma mau kasih ini ke kamu", jawab Neo sambil tersenyum menyodorkan bekal yang ia bawa untukku.
" Makasih ya , kamu naik apa ke sini ?? bukannya motornya di pakai ?
"Iya, emang motornya di pakai kerja, aku ke sini naik sepeda kan masih ada sepeda"
"Apa nggak capek dari rumah sampe sini naik sepeda ?, kamu mesti capek banget "
"Enggak kok , enggak capek ".
Neo selalu special, dia benar-benar berkorban. Dengan jarak dan panasnya cuaca saat itu, dia membawakan bekal untukku dan langsung pergi ke tempat kerjanya.
Neo dan aku saling menjaga , melengkapi satu sama lain . Banyak perbedaan yang ada di antara aku dan dia.
Aku selalu membuat dia kerepotan, aku masih selalu seperti anak kecil yang sedikit-dikit marah,
tapi Neo selalu sabar. Neo tak pernah membentakku karena dia juga tak suka dibentak, dia tau aku bisa marah atau benci sama orang yang bentak aku.
Semua baik burukku ia pahami pelan-pelan, hampir aku tak pernah beradu mulu dengannya. Selalu saja dia yang mengalah dan membenarkan semua ucapanku. Dia selalu membuatku seakan-akan selalu benar.
Terkadang saat emosiku sudah mulai larut , aku menyadari tentang semua kesalahanku padanya.
Hari-hari di bulan desember , hemmmm aku tak ingat pasti saat-saat bulan Desember.
Waktu malam natal tiba, aku bersama Neo melewati malam indah bersama. Walaupun tanpa keluarga kita, aku yang waktu itu duduk di sebelah Neo merasa benar benar senang, ini pertama kalinya aku melewati malam natal berdua dengan seorang laki-laki, seorang laki-laki yang saat ini ada di dalam kehidupanku.
Seusai misa di gereja, aku dan dia pergi ke sebuah warung jawa, aku dan dia mengakhiri malam natal dengan indah , dengan sebuah kebersamaan dan dengan sebuah senyuman . Terimakasih Tuhan untuk Neo yang selalu kau berikan pada ku.
Best Regard
Inne


2 komentar:
asik asik. . . menarikkkk :)
mosok to menarik ini to be continue ben koyo sinetron mbak arum :D
Posting Komentar